KESEHATAN

5 Cara Membedakan Makanan Segar dan yang Rentan Sebabkan Keracunan - IDN Times Sumut
SUMUT | FOOD

5 Cara Membedakan Makanan Segar dan yang Rentan Sebabkan Keracunan

Oleh Daniel Priando 18 Mei 2026 4 menit baca
Bahan makanan segar di pasar tradisional
Ilustrasi bahan pangan segar di pasar tradisional. Pastikan kamu cek 5 hal ini sebelum beli. / Unsplash

Pernah beli ayam di pasar Pematangsiantar tapi sampai rumah baunya aneh? Atau makan siang di warung langsung mules? Keracunan pangan sering terjadi karena kita salah pilih makanan yang kelihatan oke tapi sebenarnya sudah terkontaminasi. Nah, biar gak apes lagi, ini panduan simpelnya.

1. Lihat Warnanya, Jangan Tertipu Kilapnya

Mata itu detektor pertama. Daging sapi segar itu merah cerah, bukan merah kecoklatan atau keabu-abuan. Ayam harusnya kulitnya kuning muda bersih, bukan kebiruan atau ada bercak hitam. Kalau ikan, cek matanya — harus jernih dan menonjol, bukan cekung keruh. Insangnya juga wajib merah segar.

Untuk sayur dan buah? Pilih yang masih kaku, warnanya hidup. Kalau sudah layu, berair, atau ada spot coklat lembek, itu tanda bakteri udah pesta di sana.

2. Cium Dulu, Jangan Langsung Masak

Ini trik paling jujur. Makanan segar itu hampir nggak berbau menyengat, paling wangi khas alaminya aja. Kalau kamu cium bau asam, amonia kayak pesing, atau tengik, fix itu bakteri sudah berkembang.

Jangan ketipu sama penjual yang bilang "tinggal cuci jeruk nipis hilang bau-nya". Enggak, bestie. Bau itu alarm bahaya, bukan masalah bumbu.

3. Raba Teksturnya, Waspada Lendir

Sentuh pakai ujung jari (atau minta pakai sarung plastik). Daging dan ikan segar itu terasa kesat, kenyal balik kalau ditekan. Kalau permukaannya lengket, berlendir, atau licin kayak ada lapisan tipis, mending skip.

Hati-hati juga sama tahu, bakso, atau mie basah yang direndam. Kalau air rendamannya keruh, berbusa, dan teksturnya jadi lembek hancur, itu udah basi.

4. Cek Suhu dan Waktu Simpan

Ini krusial banget. Menurut aturan BPOM, makanan mudah basi (ayam, daging, seafood, santan) nggak boleh lebih dari 2 jam di suhu ruang. Lebih dari itu, bakteri kayak Salmonella udah berkembang biak.

Di pasar, pastikan ikan masih ditimbun es utuh, bukan es cair. Di supermarket, cek tanggal kedaluwarsa dan pastikan kemasan nggak kembung atau bocor. Kalau beli online, pastikan datang masih dingin.

5. Perhatikan Saat Dimasak

Kadang baru ketahuan pas di wajan. Daging atau ayam basi biasanya ngeluarin busa putih berlebih, warnanya cepat berubah jadi abu-abu pucat, dan muncul rasa pahit atau getir yang aneh meski udah dibumbui nendang.

Kalau udah gini, stop. Jangan dilanjutin dengan alasan "sayang". Keracunan makanan biayanya jauh lebih mahal dari sepotong daging.

📌 Pencegahan Ala BPOM

  • Pisahkan talenan khusus untuk bahan mentah dan matang.
  • Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah pegang makanan mentah.
  • Masak sampai matang sempurna, terutama unggas dan telur (suhu bagian dalam >75°C).
  • Simpan di kulkas <4°C secepatnya, jangan tunda lebih dari 2 jam.

Intinya, jangan cuma modal percaya sama penampilan. Lihat, cium, raba, cek suhu — itu empat langkah yang bisa nyelamatin perut kamu. Apalagi buat kelompok rentan seperti anak kecil, ibu hamil, dan lansia yang menurut Alodokter lebih gampang kena dampak serius dari keracunan. Lebih baik ribet milih di awal daripada nyesel di toilet, kan?

Informasi ini bersifat edukasi umum dan dirangkum dari panduan BPOM & referensi kesehatan. Bukan pengganti konsultasi dokter. Jika mengalami gejala keracunan seperti muntah terus-menerus, diare hebat, demam tinggi, atau pusing, segera cari pertolongan medis.
© 2026 RBN Sumut • Dining Guide • #Food