"Teror Pocong" Viral di Lima Daerah, Polisi Sebut Diduga Konten Rekayasa
MEDAN, 26 Mei 2026 — Serangkaian video sosok berbalut kain putih yang disebut "pocong" beredar masif di media sosial sejak akhir pekan lalu. Video dengan ciri rekaman malam, kamera goyang, dan lingkaran merah itu muncul hampir bersamaan di Kendal (Jawa Tengah), Bandung Barat, Jember (Jawa Timur), Cakung Jakarta Timur, hingga Tangerang. Polisi di tiap wilayah menyatakan belum menerima laporan korban, dan sebagian besar klip diduga hasil suntingan atau konten prank.
Kronologi singkat
22–24 Mei: Kaliwungu, Kendal. Video pertama kali viral lewat WhatsApp memperlihatkan siluet putih di pinggir jalan. Narasi yang menyertainya menyebut modus kejahatan baru berkedok hantu.
25 Mei: Jember & Cakung. Liputan6 menayangkan kompilasi CCTV warga. Di Jember, warga mengaku meningkatkan ronda. Di Cakung, rekaman siang menunjukkan sosok serupa berdiri di depan pintu rumah.
25 Mei: Bandung Barat. Unggahan di Instagram dan TikTok memicu kepanikan lokal. Polres Cimahi menerima informasi dari media sosial meski belum ada laporan resmi warga.
25 Mei: Boyolali–Tangerang. Klip remaja berkostum pocong di arena reog pasar malam dipotong dan disebar ulang dengan caption "teror".
Pola yang sama membuat akun-akun kurasi seperti Folktheutic menyimpulkan fenomena ini "terlalu rapi untuk kebetulan", memicu spekulasi adanya koordinasi.
Pernyataan resmi aparat
Kapolres Kendal Hendry Susanto Sianipar mengingatkan publik lewat video klarifikasi yang disisipkan di unggahan viral: warga diminta tidak langsung percaya, mewaspadai manipulasi berbasis AI, dan melapor ke 110 bila menemukan aktivitas mencurigakan.
Di Bandung Barat, Kasi Humas Polres Cimahi Iptu Gofur Supangkat menyatakan pada Senin, 25 Mei: "Ya kami sudah dapat informasi terkait keberadaan sosok yang disebut pocong oleh warga. Tapi laporan resmi dari warga belum ada, kami menelusuri informasi dari media sosial."
Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Iman Imannuddin menegaskan, penggunaan kostum untuk menakut-nakuti dapat dijerat pasal menimbulkan keonaran. "Jika terbukti untuk kejahatan, akan kami proses hukum," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip beberapa media daring.
Klarifikasi dan penindakan
Investigasi media menemukan dua sumber utama hoaks:
Video reog Boyolali: detikcom melacak pemeran kostum, remaja bernama Rizky Yajibibowo. Dalam panggilan video, Rizky menjelaskan rekaman diambil saat pertunjukan budaya, bukan aksi teror, dan ia tidak mengizinkan penyebarannya dengan narasi menakut-nakuti.
Prank Kediri: Tiga pemuda diamankan Polres Kediri Kota setelah membuat konten pocong di jalan permukiman pada malam 24 Mei. Mereka mengaku "sekadar mencari penonton", namun polisi menahan karena menimbulkan keresahan. Dokumentasi penahanan diunggah akun Lambe Turah dan dikonfirmasi petugas setempat.
Hasil pemeriksaan awal di Jember dan Cakung juga menunjukkan jejak suntingan digital pada metadata video, bukan rekaman CCTV asli.
Dampak sosial
Di lapangan, efeknya nyata meski sosoknya palsu. Warga di beberapa RT di Jember dan Kendal menggelar ronda tambahan. Di sisi lain, komentar warganet terbelah antara ketakutan, kemarahan, dan satire. Ajakan ekstrem seperti "bakar" atau "siram" muncul di kolom komentar, sementara pegiat literasi digital mengingatkan risiko main hakim sendiri terhadap pelaku prank.
Sosiolog digital dari Universitas Airlangga yang dihubungi terpisah menilai pola penyebaran menyerupai "moral panic berjaringan": satu klip dipotong, diberi teks provokatif, lalu diunggah ulang lintas platform dalam waktu singkat sehingga tampak seperti gelombang nasional.
Imbauan
Polisi dan Kominfo mengimbau empat langkah:
1. Verifikasi sumber video sebelum meneruskan. Periksa tanggal, lokasi, dan akun pengunggah pertama.
2. Laporkan konten menyesatkan melalui kanal aduan 110 atau platform.
3. Tidak melakukan persekusi terhadap orang berkostum untuk pertunjukan budaya.
4. Orang tua mengawasi anak yang membuat konten prank horor di ruang publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau luka terkait "teror pocong". Penyelidikan gabungan siber dan reskrim masih berlangsung di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
