Jalan Parsoburan–Borbor Masih Tahap Pengusulan, Belum Ada Perbaikan Fisik per Juni 2026

Penulis: Daniel Pakpahan
Editor: Tim Redaksi RBN SUMUT
Kondisi ruas jalan provinsi yang menghubungkan Parsoburan ke Borbor masih berlubang dan berlumpur.
( Sumber Media: Daniel Pakpahan/Kader GMNI TAPUT ) 

Ruas Parsoburan–Borbor Masih Rusak, Usulan Baru Diajukan 2026

Toba Samosir, RBN SUMUT— Meski berulang kali disebut sebagai prioritas strategis, ruas jalan Parsoburan–Borbor di Kabupaten Toba hingga hari ini masih dalam kondisi rusak dan belum tersentuh perbaikan fisik. Hal itu ditegaskan Daniel Pakpahan dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan Senin (23/6), merespons rangkaian audiensi pejabat daerah di Medan pekan lalu.

Pernyataan sikap tersebut merujuk pada fakta bahwa Effendi Napitupulu, Bupati Toba, baru saja melakukan "marathon audiensi" pada 16–17 Juni 2026 di Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II dan kantor dinas terkait di Medan untuk mendorong dua proyek, termasuk jalan Parsoburan–Borbor.

"Jalan ini dari saya lahir sampai sekarang masih seperti ini, sangat memprihatinkan," ujar suara masyarakat. 

Ruas jalanan yang direkam dalam unggahan sosial media dan komunitas lokal, menggambarkan akses yang masih berlubang, berlumpur, dan membahayakan pengendara. Masyarakat menilai janji perbaikan belum mengubah kondisi harian mereka.  

Sebelumnya, pada 10 April 2026, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengumumkan rencana penanganan 15,3 kilometer untuk koridor Silimbat–Parsoburan dan Parsoburan–Batas Labura. Pengumuman tersebut menggunakan tagar "JANGAN TUNGGU NANTI", namun hingga pertengahan Juni belum ada aktivitas alat berat maupun pengaspalan di segmen Borbor yang disorot warga.  

Pernyataan sikap menuntut tiga hal: 

1. Transparansi jadwal pelaksanaan fisik di ruas Parsoburan–Borbor

2. Publikasi anggaran dan kontraktor pelaksana untuk mencegah terulangnya kasus kelebihan bayar proyek 2021 yang sebelumnya ditangani Kejati Sumut

3. Prioritas penanganan darurat sebelum musim hujan akhir tahun.


Fakta yang tercatat: proyek ini pernah tersandung kasus kelebihan bayar Rp5,13 miliar pada 2021, dijanjikan penanganan 5 km pada 2025, diumumkan kembali oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution untuk 15,3 km pada 10 April 2026, dan terakhir Bupati Toba Effendi Napitupulu menyerahkan proposal baru dalam audiensi maraton 16–17 Juni 2026 di Medan. Belum ada pekerjaan fisik di lapangan.

Kondisi itu mendorong aksi simbolik warga. Dalam video yang direkam masyarakat, terlihat tokoh agama, perangkat desa, dan puluhan warga Kecamatan Borbor berkumpul di tepi jalan yang berlubang untuk berdoa bersama memohon percepatan perbaikan. Mereka tidak membawa spanduk protes, tetapi iman doa pengharapan. 

"Ini bukan sekadar jalan, ini nadi ekonomi masyarakat. Kalau pemerintah belum bisa menurunkan alat berat untuk pengerjaan, masyarakat Borbor percaya iman doa mampu mengubah segala hal," Ucap Daniel menanggapi video tersebut.

Aksi doa tersebut menjadi penanda frustrasi yang terukur: warga memilih jalur moral setelah jalur administratif berulang tanpa hasil.


"Mencermati perkembangan infrastruktur di Kabupaten Toba, kami menilai penanganan Jalan Parsoburan–Borbor belum menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat." 
Ujar Daniel menutup pernyataan sikap tersebut.

RUANG BERITA NUSANTARA SUMUT

RUANG BERITA NUSANTARA SUMUT Portal berita independen yang menyajikan informasi aktual, tajam, dan terpercaya seputar Sumatera Utara. Fokus kami pada isu pemerintahan, ekonomi kerakyatan, pertanian, hukum, dan kebijakan publik. Mengawal Sumatera Utara dengan jurnalisme berimbang dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Hubungi tim jurnalis: ruangbacanusantara@gmail.com| Sumatera Utara

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama