Minim Perawatan hingga Ditumbuhi Rumput, Alokasi Dana Desa Lobusunut Dipertanyakan Warga
![]() |
| Kalistratos Rumabutar, Sekretaris Formabes Sumut ||Sumber Media: Kalistratos Rumabutar || |
TAPANULI UTARA, Senin 18 Mei 2026 — Kondisi jalan usaha tani dan akses antar dusun di Desa Lobusunut, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, menuai sorotan tajam dari warga. Pasalnya, infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran Dana Desa tahun anggaran sebelumnya kini terlihat minim perawatan hingga ditumbuhi rumput liar dan semak belukar di sisi kiri dan kanan badan jalan.
Pantauan di lokasi pada Minggu (17/5), sejumlah titik jalan rabat beton yang menghubungkan pemukiman warga ke lahan pertanian tampak menyempit. Rumput setinggi lutut orang dewasa tumbuh subur menutupi bahu jalan, bahkan di beberapa bagian sudah mulai masuk ke tengah jalan. Kondisi ini dikeluhkan warga karena menyulitkan saat membawa hasil panen menggunakan sepeda motor.
"Kami heran, setiap tahun ada alokasi Dana Desa miliaran rupiah, tapi untuk merawat jalan saja tidak ada, padahal ini jalan utama kami ke sawah," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan, warga sudah beberapa kali menyampaikan keluhan dalam musyawarah desa, namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah desa.
Warga mempertanyakan transparansi penggunaan Dana Desa Lobusunut, khususnya pada pos pemeliharaan infrastruktur. Mereka meminta Kepala Desa untuk membuka secara rinci realisasi anggaran tahun 2024 dan 2025, termasuk berapa anggaran yang dialokasikan untuk perawatan rutin jalan dan drainase.
![]() |
| Kondisi jalan desa di Lobusunut yang menyempit akibat ditumbuhi rumput liar dan semak belukar. ||Sumber Foto: Kalistratos Rumabutar|| |
Video dokumentasi kondisi jalan Desa Lobusunut yang menyempit akibat semak belukar.
||Sumber Media: Kalistratos Rumabutar||
Menanggapi hal ini, Sekretaris Formabes Sumut, Kalistratos Rumabutar mendesak Inspektorat Kabupaten Tapanuli Utara untuk melakukan audit kinerja Dana Desa Lobusunut. Menurutnya, perawatan adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan, dan jika diabaikan maka sama saja dengan pemborosan anggaran negara.
Ia juga meminta agar pemerintah desa memprioritaskan pemeliharaan aset yang sudah dibangun daripada terus-menerus mengusulkan proyek baru yang tidak terawat. "Prinsip Dana Desa itu berkelanjutan dan bermanfaat. Kalau dibiarkan rusak karena rumput, siapa yang rugi? Ya masyarakat," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Lobusunut belum berhasil dikonfirmasi. RUANG BERITA NUSANTARA SUMUT akan terus memantau perkembangan penggunaan Dana Desa di wilayah Tapanuli Utara.


